Jum'at, 20 April 2012 17:23 wib
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam-LK) mengaku telah membubarkan 36 produk reksa dana
Sepanjang 2012. Produk tersebut, dinilai sudah tidak layak beredar.
Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Fakhri Hilmi mengatakan, pembubaran itu dikarenakan produk tersebut telah jatuh tempo dan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di bawah Rp25 miliar.
"Namun paling besar karena reksa dana telah jatuh tempo," ungkap Fakhri di Bapepam-LK Jakarta, Jumat, (20/4/2012).
Adapun jumlah pembubaran 36 reksa dana tersebut, terdiri dari tiga jenis reksa dana, yakni reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana terproteksi.
Sedangkan komposisi reksa dana terproteksi sebanyak 33 produk, reksa dana saham dua produk, dan reksa dana pendapatan tetap satu produk. "Produk tersebut ada dari MNC Asset Management, Mega capital Investama, dan Nico sekuritas Indonesia," terangnya. (mrt)
di ambil dari economy.okezone.com
Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Fakhri Hilmi mengatakan, pembubaran itu dikarenakan produk tersebut telah jatuh tempo dan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di bawah Rp25 miliar.
"Namun paling besar karena reksa dana telah jatuh tempo," ungkap Fakhri di Bapepam-LK Jakarta, Jumat, (20/4/2012).
Adapun jumlah pembubaran 36 reksa dana tersebut, terdiri dari tiga jenis reksa dana, yakni reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana terproteksi.
Sedangkan komposisi reksa dana terproteksi sebanyak 33 produk, reksa dana saham dua produk, dan reksa dana pendapatan tetap satu produk. "Produk tersebut ada dari MNC Asset Management, Mega capital Investama, dan Nico sekuritas Indonesia," terangnya. (mrt)
di ambil dari economy.okezone.com
24 April, SBY Kumpulkan Menteri Bahas BBM Subsidi
R Ghita Intan Permatasari - Okezone
Jum'at, 20 April 2012 13:34 wib
Presiden SBY. (Foto: Setneg)
JAKARTA - Rencana pengendalian penggunaan Bahan Bakar
Minyak (BBM) subsidi masih akan digodok oleh pemerintah. Pemerintah pun
akan membahas hal tersebut pada rapat Kabinet dengan Presiden SBY pada
24 April 2012 mendatang.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna menjaga kesehatan fiskal agar tetap terjaga sehat. "Tapi ini pengendalian dan kita sedang godok Insya Allah selesai dalam waktu dekat ini," ungkapnya kala ditemui dikantornya, Jakarta, Jumat (20/4/2012).
Nantinya, dia mengatakan, akan ada sejumlah kebijakan untuk menjaga fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, juga menjaga inflasi yang rendah.
"Selain itu, investasi juga harus terjaga dan ada kebijakan yang dikeluarkan, nanti pak presiden akan kita sampaikan dalam pidato dan akan ada paparan final. Saya juga akan paparkan dalam rapat kebinet tanggal 24 ini," jelas dia.
Tambahnya, pengendalian tersebut akan dimulai dari mobil pemerintah karena mengacu pada kejadian yang pernah terjadi pada 2008, penghematan tersebut akan bisa menghemat listrik sebesar 20 persen.
"Itu, intinya adalah pemerintah akan ada penghematan jadi dananya yang kita kurangi, misalnya gubernur Bali melakukan penghematan di mana para pengendara itu, dan kalau pergi bisa bersama-sama itu contoh yang hemat, itu kalau pemerintah Bali bisa kita juga bisa, paling penting adalah keperluaan dinas ada pengematan, harus tercapai. Pada 2008 kita hemat listrik 20 persen," paparnya.
Seperti diketahui, pemerintah siap mengajukan kenaikan harga BBM subsidi pada Juli mendatang. Dengan catatan, harga Indonesian crude prices (ICP) sudah mengalami kenaikan 15 persen. Hatta menjelaskan, pemerintah pun sudah melakukan simulasi penghitungan untuk rencana ini.
"Nanti harus ada pengendalian supaya tidak bengkak, ini semua asumsi-asumsi kita paparkan dulu nanti. Asumsi kalau nanti naik di Juli, kalau memenuhi pasal 7 ayat 6a-nya seperti apa. Kalau tidak memenuhi seperti apa, nanti kita exercise, kita sampaikan," jelas Hatta. (wdi)
di ambil dari economy.okezone.com
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna menjaga kesehatan fiskal agar tetap terjaga sehat. "Tapi ini pengendalian dan kita sedang godok Insya Allah selesai dalam waktu dekat ini," ungkapnya kala ditemui dikantornya, Jakarta, Jumat (20/4/2012).
Nantinya, dia mengatakan, akan ada sejumlah kebijakan untuk menjaga fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, juga menjaga inflasi yang rendah.
"Selain itu, investasi juga harus terjaga dan ada kebijakan yang dikeluarkan, nanti pak presiden akan kita sampaikan dalam pidato dan akan ada paparan final. Saya juga akan paparkan dalam rapat kebinet tanggal 24 ini," jelas dia.
Tambahnya, pengendalian tersebut akan dimulai dari mobil pemerintah karena mengacu pada kejadian yang pernah terjadi pada 2008, penghematan tersebut akan bisa menghemat listrik sebesar 20 persen.
"Itu, intinya adalah pemerintah akan ada penghematan jadi dananya yang kita kurangi, misalnya gubernur Bali melakukan penghematan di mana para pengendara itu, dan kalau pergi bisa bersama-sama itu contoh yang hemat, itu kalau pemerintah Bali bisa kita juga bisa, paling penting adalah keperluaan dinas ada pengematan, harus tercapai. Pada 2008 kita hemat listrik 20 persen," paparnya.
Seperti diketahui, pemerintah siap mengajukan kenaikan harga BBM subsidi pada Juli mendatang. Dengan catatan, harga Indonesian crude prices (ICP) sudah mengalami kenaikan 15 persen. Hatta menjelaskan, pemerintah pun sudah melakukan simulasi penghitungan untuk rencana ini.
"Nanti harus ada pengendalian supaya tidak bengkak, ini semua asumsi-asumsi kita paparkan dulu nanti. Asumsi kalau nanti naik di Juli, kalau memenuhi pasal 7 ayat 6a-nya seperti apa. Kalau tidak memenuhi seperti apa, nanti kita exercise, kita sampaikan," jelas Hatta. (wdi)
Jumat, 11 Mei 2012 - 11:10:09
Hari Ini, Dahlan Kumpulkan "Ahli Sinyal dan Petir"
Gina Nur Maftuhah - Okezone
Jum'at, 11 Mei 2012 08:34 wib
Menteri BUMN Dahlan Iskan. Foto: Runi Sari/okezone
JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan siang ini
menggundang 'ahli-ahli petir dan sinyal' ke kantornya. Dengan mengundang
para ahli ini, Dahlan berharap permasalahan yang sering terjadi di
Kereta Rel Listrik di wilayah Jabodetabek dapat segera teratasi.
"Pak Dahlan akan berbicara tentang sinyal dan putra petir. Selain Deputi Infrastruktur dan Logistik, hadir juga direksi KAI dan direksi BUMN lainnya," demikian seperti dikutip dari undangan resmi dari humas Kementerian BUMN yang diterima Okezone, Jumat (11/5/2012).
Sebelumnya, dalam perjalanannya ketika menuju ke Istana Presiden, beberapa waktu lalu, Dahlan yang menggunakan KRL dari Depok ke Gambir melihat bahwa KRL di Jabodetabek sering mengalami masalah di sinyal. Perjalanan KRL sering terhenti karena sinyal tidak sampai di tiap pintu kereta api. Hal ini membuat Dahlan gerah dan berfikir untuk mencari jalan keluar.
Dahlan perlu mengumpulkan para ahli ini untuk membicarakan masalah sinyal perkeretaapian di Indonesia, karena masalah sinyal sebenarnya bukan wewenang KAI tetapi karena sering matinya sinyal kereta. Hal ini mengganggu keselamatan penumpang.
"Anggarannya memang bisa triliunan, tapi uang kan bisa dicari. Tinggal apakah boleh? Karena sinyal itu menurut UU bukan bagiannya KAI. Tidak boleh main-main," ungkap Dahlan (ade)
"Pak Dahlan akan berbicara tentang sinyal dan putra petir. Selain Deputi Infrastruktur dan Logistik, hadir juga direksi KAI dan direksi BUMN lainnya," demikian seperti dikutip dari undangan resmi dari humas Kementerian BUMN yang diterima Okezone, Jumat (11/5/2012).
Sebelumnya, dalam perjalanannya ketika menuju ke Istana Presiden, beberapa waktu lalu, Dahlan yang menggunakan KRL dari Depok ke Gambir melihat bahwa KRL di Jabodetabek sering mengalami masalah di sinyal. Perjalanan KRL sering terhenti karena sinyal tidak sampai di tiap pintu kereta api. Hal ini membuat Dahlan gerah dan berfikir untuk mencari jalan keluar.
Dahlan perlu mengumpulkan para ahli ini untuk membicarakan masalah sinyal perkeretaapian di Indonesia, karena masalah sinyal sebenarnya bukan wewenang KAI tetapi karena sering matinya sinyal kereta. Hal ini mengganggu keselamatan penumpang.
"Anggarannya memang bisa triliunan, tapi uang kan bisa dicari. Tinggal apakah boleh? Karena sinyal itu menurut UU bukan bagiannya KAI. Tidak boleh main-main," ungkap Dahlan (ade)







0 komentar:
Posting Komentar