Pendidikan agama akhir nya di UN kan..
UN 2011 Resmi ada Pendidikan Agama December 18, 2010 – 10:26 am Quote: REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA–Ujian Nasional (UN) Pendidikan Agama Islam (PAI) akhirnya resmi diterapkan pada tahun 2011 mendatang dan berlaku secara nasional temasuk di provinsi DIY. ”UN PAI ini akan diberlakukan bagi siswa tingkat SMP dan SMA/SMK serta pada UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) SD," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY Baskara Aji, Selasa (14/12). Pemberlakuan UN Agama Islam tersebut merupakan usulan dari Kementerian Agama untuk dapat mengetahui daya serap dan pemerataan pendidikan agama Islam di seluruh wilayah. UN Agama ini hanya berlaku untuk agama Islam saja. Sedangkan agama lain belum dibuatkan aturan tersendiri dan masih menggunakan nilai ujian sekolah. Berdasarkan data terakhir, jumlah siswa yang akan mengikuti UN agama di DIY adalah 90 persen dari sekitar 50 ribu siswa SD, 49 ribu siswa SMP dan 48 ribu siswa SMA/SMK. Sebelumnya DIY pernah melakukan uji coba UN PAI khusus untuk kabupaten Bantul. Tetapi mulai UN tahun depan akan berlaku bagi seluruh kabupaten/kota di tingkat SMP dan SMA/SMK seluruh DIY. Sehingga sekolah diminta untuk mempersiapkan materi bagi siswa, kata dia menambahkan. Baskara mengatakan hasil nilai dari UN PAI ini bukan merupakan nilai mutlak yang akan dimasukkan dalam SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional). Namun demikian, nilai UN PAI akan digabungkan dengan nilai ujian sekolah. Setiap sekolah diminta untuk menentukan nilai minimal UN PAI untuk syarat kelulusan. Hasil nilai UN PAI ini akan dikeluarkan secara tersendiri terlepas dari nilai pada SKHUN. Namun pola pelaksanaannya tetap sama dengan standar UN. Nilai UN PAI tersebut tidak akan menjadi syarat penentu kelulusan atau untuk mendaftar ke tingkat yang lebih tinggi. Meskipun begitu, Kementerian Agama akan mempertimbangkan hasil tersebut menjadi salah satu unsur bagi sisiwa yang ingin mendaftar di madrasah.
di ambil dari http://www.berita-terbaru.com
Habibie: Wajar, Ilmuwan Belum Mau Pulang ke Indonesia
Posted by dedi on Jul 31, 2011 in Berita Dunia, Berita Indonesia, Berita Internet, Berita Pendidikan, Berita Teknologi | 3 comments
Habibie: Wajar, Ilmuwan Belum Mau Pulang ke Indonesia – Berita Terbaru,
Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) yang juga mantan
Presiden Republik Indonesia ke 3 B.J. Habibie memaklumi adanya ilmuwan
Indonesia yang memilih tinggal di luar negeri dan belum mau pulang ke
negaranya, tanah air Indonesia. Namun demikian, bukan berarti mereka
tidak cinta terhadap negaranya. Habibie yakin bahwa ilmuwan tersebut
tetap cinta kepada tanah airnya, Indonesia.Habibie berbicara banyak soal IPTEK, ekonomi, brain drain, dan kenangan masa mudanya di kota teknik Jerman, Aachen. Antusiasme masyarakat (intelektual) Indonesia memang terlihat di acara ini. Sekitar 470 mahasiswa di daratan Eropa menyempatkan diri datang ke Aachen.
Dengan wajah segar, antusias dan penuh senyum. Ia memulai dua sesi kuliah umum dengan menceritakan pengalamannya berkuliah di Aachen pada tahun 1950-an. Ketika panitia mengisyaratkan bahwa waktu kuliah telah habis, kakek yang pandai melucu ini mengakui kekurangannya. “Kekurangan saya adalah, kalau sudah ngomong susah berhenti.”
Seorang mahasiswi sempat mempertanyakan kondisi pendidikan di Indonesia. Bagaimana mungkin kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa ditingkatkan jika sekolah pun belum terjamin untuk semua anak Indonesia. Lalu, Habibie menanggapinya dengan ringan.
Habibie mengatakan, Indonesia kan punya banyak sekali sumber daya alam. Harusnya SDA itu yang dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan otak manusianya. “Ya, jangan pesimis, dong. Nggak maju-maju kalau kita pesimis terus. Saya yakin Indonesia bisa. Soal kemampuan sih, nggak usah dipertanyakan lagi.”
Adanya anggapan brain drain bagi mereka yang masih tinggal di luar negeri, Habibie tak mencemaskan hal tersebut. “Bohong itu kalau ada yang bilang, orang Indonesia yang di luar negeri are lost people yang nggak punya nasionalisme,” ujar Habibie.
Menurut Habibie, pilihan yang realisitis untuk (sementara) bertahan di luar negeri adalah wajar. Apalagi untuk para ilmuwan, kondisi dalam negeri tidak mendukung mereka melakukan riset atau mengembangkan keahlian.
Tapi, Habibie yakin, jika ada kesempatan, mereka akan kembali dan berbakti kepada tanah airnya. “Tak ada orang Indonesia yang tidak ingin berbakti pada tanah air,” katanya.







0 komentar:
Posting Komentar